Wajah lesu tak riang

menjumputi langkah letih

di bawah temaram mercuri




roda-roda besi di seberang sana

masih betah menggelinding mencumbui malam

kelam yang lelah menggantikan kebengisan siang




semilir angin terasa menyejukan

namun terlampau lemah menyeka

perih yang tertimbun sepanjang waktu




teruslah melangkah

jauh

menuju rumah

tanggalkan semua letih

satu persatu di jalan

menuju rumah




pulang

pulanglah ke rumah

rebahkan tubuh ringkihmu

benamkanlah wajah lesumu

di atas doa dan syukur




tidurlah lelap

bermimpilah

pungut setiap asa sebelum terjaga

kembali ke kenyataan

tempat kita memeras bulir-bulir perjuangan




Pondok Bambu, 18 Februari 2017
Advertisements