Semalam, ketika tengah mengecek laman facebook, saya dikejutkan dengan status dua orang adik tingkat semasa kuliah. Mereka memajang foto Irenius atau yang kerap kami sapa Joy, salah seorang rekan kami semasa kuliah juga. Di bawah foto itu terpampang tulisan berduka cita atas kepergiannya.

Ya ampun. Joy telah pergi mendahului kami semua. Hingga menuliskan blog ini, saya belum mengetahui persis apa yang menyebabkan dia meninggal dunia. Semoga jalannya dilapangkan oleh Tuhan.

Semasa kuliah dulu, Joy setingkat di bawah saya. Meski sama-sama berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), kami tidak terlalu akrab. Jika bertemu, hanya sekedar mengucapkan salam dan senyum. Yang saya ingat, kemana-mana dia selalu mengendarai sepeda motor Honda GL-Max berwarna hitam yang sudah dumodifikasi, membonceng Ita, pacarnya. Sayang hubungan pacaran mereka bubar setelah menyelesaikan kuliah.

Saya tak ingat persis kapan berkomunikais dengan Joy. Mungkin pada awal 2016 atau akhir 2015. saat itu, melalui percakapan di facebook, saya menanyakan kabarnya. Dia bercerita bahwa saat itu dia bekerja sebagai sales buku pelajaran di Kota Ende, tempat kelahirannya. Kalau tidak salah, dulu dia sempat pula bekerja pada sebuah bank.

Yang bisa kulakukan hanyalah menyemangatinya untuk terus berusaha mengejar target penjualan dan dia pun mengucapkan terima kasih atas penguatan itu.

Itulah secuil ingatan saya tentang Joy. Kini dia telah berpulang, semoga segala amal kebaikannya di terima oleh Tuhan. Joy, jadilah pendoa bagi kami semua yang masih berziarah di dunia ini.

Advertisements