Stop Omong Politik Jangka Pendek, Bangun Fondasi Ekonomi

Akhir-akhir ini insting bisnis saya makin tajam. Setelah berbisnis pulsa ponsel, saya ingin mengembangkan lini bisnis lainnya. Sasarannya adalah bisnis sandang, bisa pakaian atau sandal dan sepatu. Targetan lebih jauh lagi adalah membeli komoditas di NTT dan menjualnya ke Jawa.

Rencananya, saya akan mengirimkan pakaian itu ke kampung halaman di NTT sana, kemudian dijual dengan mengambil keuntungan dari perbedaan harga yang terjadi antara Jakarta dan NTT. Akan tetapi, niat itu mulai menapaki jalan buntu karena ongkos logistik yang lumayan mahal bagi pengusaha kelas teri seperti saya ini.

Untuk barang ringan, termasuk sepatu, sandal dan pakaian, biaya pengiriman untuk sampai ke Kupang saja mencapai Rp800.000 per meter kubik. Jika barang berat seperti mesin atau besi, biaya pengirimannya lebih mahal lagi, Rp1,2 juta per kilogram.

Saya kemudian menganalisis, biaya logistik yang mahal bisa terjadi karena beberapa alasan. Pertama, jumlah kapal yang berlayar dari Jakarta ke NTT tidaklah banyak. Hal ini berbeda dengan kondisi di Surabaya di mana banyak kapal yang berlayar ke NTT, mengingat Kota Pahlawan itu biasanya menjadi gerbang suplai kebutuhan pokok seperti sembako dan produk industri lainnya menuju NTT.

Karena tidak banyak kapal yang berlayar ke NTT dari Jakarta, bisa saja menyebabkan ongkos pengiriman yang mahal mengingat jarak tempuh yang lebih jauh. Untuk menyemarakkan perdaran kapal dari Jakarta ke NTT sehingga biaya logistik bisa lebih dittekan, mungkin jalan yang terbaik adalah mengembangkan sektor industri berskala besar di NTT.

Jika tumbuh berbagai sektor industri di sana, maka konektivitas antardaerah seperti pelayaran bakal lebih semarak lagi. Ingat istrilah ship follow the trade, bukan trade follow the ship. Produk-produk industri berbasis komoditas lokal seperti pengolahan ikan, menurut saya layak tumbuh di NTT karena daerah itu merupakan salah satu penghasil ikan.

Jika industri tumbuh di sana, maka kapal-kapal dengan sendirinya akan berlayar ke NTT untuk mengangkut hasil industri di sana, membawa ke Jawa, termasuk Jakarta, kemudian kembali ke NTT membawa berbagai kebutuhan industri seperti bahan baku penunjang. Dengan sendirinya konektivitas itu akan terbentuk.

Kunci untuk mewujudnyatakan hal itu terletak pada para bupati di NTT. Hemat saya, sebaiknya para bupati mulai menyusun peraturan daerah tentang tata ruang daerah masing-masing. Di dalam tata ruang itu, kiranya disiapkan areal khusus bagi perindustrian. Areal itu harus ditopang oleh berbagai inffrastruktur yang baik seperti akses jalan yang mulus, ketersediaan listri dan air bersih.

Setelah itu, dengan menggunakan anggaran daerah, sewalah jasa konsultan untuk melakukan studi kelayakan tentang potensi pengembangan perindustrian di daerah. Dengan modal studi kelayakan itu, para bupati bisa menyambangi berbagai komunitas bisnis untuk menawarkan berbagai peluang berbisnis di daerah.

Tidak hanya itu, untuk lebih menarik perhatian, perlu kiranya segala perizinan usaha disederhanakan dengan sistem satu pintu seperti yang dilakukan di Badan Koordinasi Penanaman Modal. Tidak lupa, izsi usaha itu harus diterbitkan sesingkat mungkin sehingga menjadi daya tarik bagi pengusaha.

Jika langkah itu dijalankan, saya yakin 100% sektor industri berskala besar akan tumbuh di daerah sehingga mampu menyerap tenaga kerja, menambah pendapatan daerah dari pajak, serta akan tumbuh berbagai pelaku ekonomi penopang seperti restoran, penginapan dan layanan jasa lainnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah sudahkah para bupati di NTT memikirkan hal ini? Sepertinya tidak banyak yang bervisi seperti ini. Para pemimpin di NTT lebih banyak berpikir secara konvensional di mana memimpin suatu kabupaten dengan mengandalkan Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum sebagai penopang APBD.

Jika visi ini tidak segera dieksekusi, maka NTT bakal tetap seperti keadaannya saat ini, tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

One thought on “Stop Omong Politik Jangka Pendek, Bangun Fondasi Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s