Pemerkosaan Wanita Tiongkok dan Avsec Keblinger

Hal tolol dilakukan atau setidak-tidaknya diduga dilakukan oleh waga Indonesia yang mencemarkan nama negara ini di mata dunia internasional. Dua petugas keamanan (Aviation Security) Bandara Soekarno-Hatta, melakukan pemerkosaan terhadap seorang turis asal Tiongkok.

Bermula dari permintaan tolong korban yang tidak bisa berbahasa Indonesia, untuk dicarikan penginapan, kedua petugas tersebut kemudian membawanya ke sebuah hotel dan memberikan obat penenang hingga korban tidak sadarkan diri dan digilir bergantian.

Sesudah itu, kedua pun pergi meninggalkan korban dengan menaruh uang Rp300.000 di kamar korban yang sudah tidka berdaya itu.

Perbuatan yang didorong oleh hawa nafsu sejatinya tidak didasarkan pada pertimbangan yang matang. Yang penting enak, selesai perkara. Tapi, mereka tidak sadar perbuatan tersebut menghancurkan citra Indonesia yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata internasional.

Seperti kita ketahui, setiap tahun, sedikitnya 45 juta warga Tiongkok berwisata ke luar negeri. Indonesia, merupakan salah satu tujuan wisata dari negara yang perekonomiannya paling kuat sejagad ini.

Bisa dibayangkan, akibat perbuatan kedua petugas keamanan tersebut, Indonesia akan dicap sebagai negara yang tidak mampu melindungi warga negara asing yang ingin berwisata. Bisa jadi, dengan adanya kabar buruk tersebut, warga Tiongkok enggan berkunjung ke negara ini.

Padahal sektor pariwisata merupakan salah satu pemasok devisa negara dari sektor nonmigas, yang trennya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Lebih merepotkan lagi, dipastikan Pemerintah Indoensia harus memberikan klarifikasi diplomatik kepada Pemerintah Tiongkok, untuk menjelaskan duduk perkara persoalan tersebut.

Hendaknya kejadian ini bisa menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengamanan kepada warga negara asing yang tengah berlibur. Selain itu, pihak badan usaha bandar udara, dalam hal ini PT Angkasa Pura II untuk menyiapkan tenaga penerjemah yang mampu berbicara menggunakan bahasa Mandarin, bukan hanya bahasa Inggris semata.

Terakhir, tentu saja pihak kepolisian wajib mengusut kasus tersebut karena perkosaan bukan merupakan delik aduan. Tanpa laporan dari korban pun, polisi wajib mengusut perbuatan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s