Kepercayaan saya terhadap media massa benar-benar berada pada titik nadir setelah di Bulan Desember 2014 ini. Setidaknya, ada dua hingga tiga kejadian yang menyebabkan hal tersebut.

Kejadian pertama adalah terjadinya pembantaian terhadap warga Paniai yang dilakukan oleh aparat bersenjata. Setidaknya enam orang terkapar bersimbah darah dan meregang nyawa akibat kebrutalan aparat yang dilengkapi senjata api.

Sayang, mungkin karena letaknya Paniaia di Papua sana yang jauh, atau karena kasus tersebut melibatkan aparat negara, sehingga media terkesan diam membisu, tanpa banyak melakukan liputan terkait peristiwa tersebut.

Namun, selang beberapa hari kemudian, media ramai-ramai memblow up berita longsor di Banjarnegara. Memang benar, korban yang jatuh mencapai puluhan orang. Tapi, satu atau puluhan nyawa yang melayang, bukankan sama-sama tragedi kemanusiaan?

Medai massa, bahkan lebih jauh lagi, memblow up berita angin ribut yang terjadi di Bandung, Jawa Barat meski tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini makin melunturkan kepercayaan saya kepada media mainstream.

Presiden Jokowi, yang saat kampanye, mendapatkan dukungan luar biasa di Papua, sepertinya lupa akan jasa baik warga daerah paling timur Indonesia tersebut sehingga tidak memberikan pernyataan yang tegas untuk menginvestigasi secara menyeluruh terjadinya peristiwa tersebut.

Advertisements