Mengunjungi Kaliurang, Mengunjungi Kenangan

Selasa malam ini, saya sempat meluangkan waktu mengunjungi kawasan wisata Kaliurang, Sleman. Kunjungan tersebut tidak direncanakan sebelumnya. Hanya karena sedang suntuk, langsung sepeda motor digeber menapaki punggung Gunung Merapi, yang sempat meletus sehari sebelumnya itu.

Sesampai di sana, saya menyembatkan diri makan malam dengan menu tongseng kelinci di sebuah warung, tidak jauh dari taman bermain Kaliurang. Saya ingat persis, warung tersebut pernah saya datangi sekitar 2006 silam dan memesan sate kelinci seharga Rp7000. Tapi, alamak, sekarang harga seporsi tongseng melonjak sampai Rp15.000. Apa boleh buat, terpaksa harus saya bayar jua, lantaran masakan itu terlanjur mampir di perut.

Perjumpaan pertama saya dengan Kaliurang, terjadi sekitar 10 tahun silam. Saat itu, suatu siang, saya diajak teman kost, namanya Indra, seorang pujakesuma alias putra jawa kelahiran sumatra. Dia dan beberapa rekannya, mahasiswa Jursan Administrasi Bisnis UPN Yogyakarta, berniat menggelar acara malam keakraban khusus untuk angkatan 2002.

Mereka bermaksud melakukan survei lokasi makrab di beberapa vila yang tersebar di Kaliurang. Saat diajak, lantaran belum pernah menjejakkan kaki di Kaliurang, saya tidak membawa kelengkapan seperti jaket. Dengan menumpang sepeda motor akhirnya sampai juga kami di Kaliurang.

Beeuh…minta ampun, udara di lokasi tersebut dinginnya menggigit. Pasalnya, saya hanya mengenakan jersey timnas sepakbola Argentina versi bajakan yang super tipis. Tapi secara umum kesan pertama memang biasanya selalu menggoda.

Selepas itu, saya beberapa kali mengunjungi Kaliurang, entah itu untuk melakukan survei, mengikuti kegiatan kampus, atau menjadi tamu dalam kegiatan yang digelar junior-junior saya semasa kuliah.

Mungkin kunjungan saya ke Kaliurang, Selasa malam ini, merupakan kunjungan terakhir, sebelum saya hijrah dari Jogja. Ya rencananya akhir tahun ini, saya memang mengadu peruntungan di ibukota negara. Kaliurang menjadi satu dari sekian banyak lokasi yang mengisi album kenangan hidup saya selama 10 tahun di Jogja. So Sad…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s