Kembali ke akar. Kalimat itu cukup menyita perhatian saya sepekan silam. Semuanya berawal dari rencana kegiatan reuni alumni jurusan Hubunga Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, tempat di mana saya menimba ilmu selama 5,5 tahun.

Singkat cerita, reuni itu pun dihelat di Ruang Seminar Kampus FISIP. Pasca-lulus, meskipun masih berada di wilayah sekitar kampus, saya jarang mampir. Tentu saja ada banyak perubahan yang cukup menyita perhatian. Salah satu contohnya, di halaman depan, nampak lebih asri karena banyak ditumbuhi pepohonan yang mulai rindang.

Meski demikian, ternyata para peserta reuni tersebut tidak sebanyak yang saya duga. Paling jumlah yang hadir sekitar 70-an orang. Padahal ada 150 0rang yang mengkonfirmasikan kehadirannya pada panitia!. Tapi, jumlah yang tidak banyak bukan berarti reuni itu tidak berkesan.

Saya akhirnya bisa bertemu lagi dengan rekan seangkatan, senior-senior,yang masih saya ingat wajah mereka, serta para dosen. Pertemuan itu membangkitkan secuil kenangan lama saat berdialektika di kampus tersebut.

Dalam kegiatan reuni itu pula, akhirnya terbentuk sebuah wadah ikatan alumni yang mudah-mudahan solid. Terpilih sebagai ketua, Irwan Bajang (2005), pegiat perbukuan. Jabatan sekretaris diemban Ranu Wijaya, rekan sekelas (2003), seorang abdi Negara di badan koordinasi penanaman modal, serta bendahara nya Aldo Wea (2002), profesional muda yang berkecimpung di bidang trading batu bara dan minyak sawit.

Semoga ikatan alumni yang terbentuk, bisa memberikan sumbangsih, ide, informasi, tenaga, syukur-syukur lembaran rupiah bagi pengembangan kampus. Untuk para alumni HI UPN Yogyakarta yang telah berdiaspora, mari kembali ke akar.

Advertisements