Satu lagi bukti keblingernya aparat di tanah air, beserta keluarganya. Adalah seorang jaksa MP, yang sejatinya merupakan penegak hukum, tapi dengan arogan mengeluarkan pistol dan mengajak petugas SPBU 34-15317 Kelurahan Mekar Jaya, Serpong. Tangerang.

Semua berawal dari sikap istrinya yang juga arogan. Selain tidak mau mengantre, dia juga berbuat seenaknya, masuk SPBU dari pintu yang salah, sehingga petugas kesulitan memasukan bensin lantaran mobil yang terlanjur salah posisi. Diminta untuk memutar mobilnya agar memudahkan proses pengisian bahan bakar, sang istri malah marah-marah dan mengadu ke suaminya.

Ssang suami langsung mendatangi SPBU dan menantang petugas berkelahi. Dia juga mengeluarkan sebuah pistol sehingga menyebabkan petugas ketakutan, bahkan ada yang sampai pingsan.

Kejadian ini menunjukkan sang jaksa, serta istrinya bertindak arogan. Tipe istri semacam itu bisa saja menjadi tenaga pendorong sang suami untuk berbuat nekat, termasuk melakukan korupsi dan kegiatan jual-beli perkara. Merasa diri sebagai pejabat yang wajib dilayani. Inlah sindrom para aparat di negeri tercinta.

Ini juga menjadi bukti institusi di kejaksaan belum berubah. Watak zaman orde baru masih tercium. Ini baru tindakan arogan. Lembaga kejaksaan juga sampai saat ini belum bisa dikatakan bersih. Jika bersih, mengapa sampai perlu dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ?.

Semoga saja institusi negara yang bertugas melakukan penyelidikan dalam kasus-kasus tertentu, serta menjalankan penuntutan di pengadilan, dan juga menjadi pengacara negara, bisa membersihkan diri sebenar-benarnya. Amin.

Advertisements