Karena berbagai kesibukan mencari sesuap nasi di Kulonprogo, sudah lama saya tidak melintas di kawasan Umbulharjo, tepatnya Jalan Menteri Supeno. Biasanya, saat masih bekerja di Kota Jogja dan sekitarnya, saya kerap melewati wilayah tersebut.

Baru-baru ini, ketika melintas di ruas jalan itu, saya kaget mendapati bangunan kampus lama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama (Stiekers) yang dulu disewa oleh sebuah politikenik kesehatan, saat ini kembali ke khitahnya, yakni sebagai kampus sekolah ekonomi tersebut.

Meski saya bukan lulusan kampus tersebut, ada rasa senang sekaligus bangga karena kampus tersebut kembali eksis setelah diguncang gempa 2006 silam. Patut diketahui, kakak sulungnya merupakan lulusan kampus tersebut dan diwisuda 10 tahun silam.

Gedung di Jalan Menteri Supeno tersebut sejatinya merupakan gedung awal Stiekers setelah penggabungan beberapa akademi ekonomi. Dari kampus itu, pihak yayasan kemudian mendirikan kompleks kampus baru yang cukup lengkap sarana-prasaranya di Jalan Parangtritis Km 6. Sayang gempa 7 tahun silam itu meluluhlantakkan segalanya.

Karena gedungnya hancur, kampus tersebut otomatis berhenti beroperasi. Akibatnya, lingkungan di sekitar kampus terkena imbas karena para mahasiswa/mahasiswi juga turut hengkang sehingga perputaran uang di lingkungan tersebut menjadi seret.

Seingat saya, di seputaran kampus tersebut tumbuh berbagai macam hunian kost, warung makan yang ramai oleh hiruk-pikuk mahasiswa. Tapi setelah gempa, kawasan itu sontak sepi. Inilah bukti betapa wilayah Jogja sangat bergantung pada pendatang.

Sekitar 2009 saya sempat kebingungan saat dimintakan tolong oleh kakak untuk melegalisir ijazahnya sebagai salah satu persyaratan mengikuti tes Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mau legalisir di mana kalau kampusnya saja sudah hancur? Beruntung kampus tersebut membuka layanan adminsitratif di Jalan Batikan.

Kini, STIE Kerjasama kembali eksis dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung lama, Jalan Mentri Supeno. Harapan saya, semoga kampus tersebut bisa kembali seperti dulu, sebagai salah satu kampus yang berkualitas dan menjadi muara para anak bangsa yang ingin menuntut ilmu dari berbagai pelosok negeri. Bravo!.

Advertisements