Upaya (Militer?) Untuk Merebut Panggung

Kembali kita dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV terkait peristiwa pembunuhan di Hugos’s Cafe yang menewaskan Anggota Kopassus Grup II Serka Heru Santoso.

Dalam keterangan video yang diunggah ke situs youtube itu, ada keterangann bahwa video tersebut didedikasikan kepada almarhum. Singkat kata sang pengunggah mempersepsikan bahwa video tersebut menjadi bukti para pelaku pantas mati, dan memang terbukti akhirnya mereka dibantai di LP Cebongan, sebuah lembaga negara yang mana menjadi instrumen hukum dan para pelaku tengah menjalani proses tersebut.

Tidak salah lagi,  kemunculan video tersebut yang berdekatan dengan tanggal vonis para pelaku penyerbuan LP Cebongan bertujuan untuk meraih simpati masyarakat luas, agar mendukung para anggota korps baret merah tersebut. Sangat jelas juga tindakan ini dilakukan secara sistematis dengan pola-pola agitasi khas intelejen (militer?).

Kenapa saya katakan sistematis? Pasca-penyerbuan di Cebongan, muncul ratusan spanduk yang mendukung pernyerbuan tersebut di Kota Jogja. Saya tidak yakin jika pemasangan spanduk tersebut merupakan tidakan spontanitas. Aksi seperti itu tentunya membutuhkan dukungan dana untuk mencetak dan memasang spanduk, serta koordinasi.

Coba perhatikan jenis huruf, warna serta ukuran spanduk-spanduk tersebut. Kelihatan sekali keseragamannya. Ini berarti spanduk itu dicetak oleh satu biro advertising. Jikapun bukan hanya satu biro, tentunya format spanduk tersebut berasal dari satu pemesan.

Setelah pemasangan spanduk, ada juga aksi demonstrasi mendukung tindakan para pelaku penyerbuan saat sidang berlangsung. Aksi semacam itu tentunya membutuhkan suatu garis koordinasi. Saya tetap meyakin ada operasi intelejen khusus di belakangnya.

Terakhir penayangan rekaman kejadian di Hugos’ Cafe. Muncul pertanyaan, bagaimana mungkin rekaman yang sudah disita penyidik Polda DIY, bisa terunggah ke dunia maya. Tentunya ada tangan-tangan intelijen yang bermain di balik semua ini.

Kembali lagi saya tekankan, sasarannya jelas, melahirkan simpati dari masyarakat luas, bahwa militer itu penyelamat dan perlu turun tangan di bidang keamanan yang selama ini menjad domain polisi.

Seperti telah kita ketahui bersama, pasca-reformasi militer di Indonesia kehilangan peran di panggung keamanan, sosial dan politik. Mereka terpaksa kembali menjadi prajurit profesional yang hanya mengurus persoalan pertahanan.

Dalam bidang keamanan, polisi diberi porsi yang besar. Militer pun kehilangan peran yang selama orde baru berkuasa, menjadi porsi militer. Belum lagi di bidang sosial politik militer juga kehilangan fraksi di parlemen.

Karena itu, tidak salah lagi, kasus Cebongan dijadikan suatu operasi intelejen (militer?) Guna menggiring opini publik bahwa militer perlu campur tangan di bidang keamanan. Operasi ini juga memanfaatkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang cepat melupakan sejarah, termasuk sejarah kekejaman dan otoriter orde baru di mana militer menjadi tulang punggungnya.

Akankah upaya penggiringan opini agar militer kembali masuk arena keamanan domestik bakal terus berlangsung? Sepertinya ya mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata.

Pemilu ini menjadi pertaruhan apakah kekuatan-kekuatan yang ingin militer kembali ke gelanggang sosial politik dan keamanan bisa menguasai posisi strategis sebagai pembuat kebijakan. Jika kekuatan semacam itu yang berkuasa, maka selamat tinggal reformasi karena lambat laun, gerbang otoritarian akan terbuka kembali.

Karena itu, hati-hati dan wapadalah saudara-sadara. Di tengah dukungan anda terhadap para pelaku Cebongan, ada agenda besar yang memanfaatkan ketidaktahuan atau juga kekurangmawasan masyarakat.

Terakhir, terkait persoalan Cebongan, kembali saya katakan, menurut hemat saya, tindakan pembantaian tersebut tidak patut didukung karena merupakan tindakan yang melanggar hukum dan menginjak-injak kewibawaan negara. Jika hukum rimba seperti itu dijadikan pembenaran, maka negara ini menjadi negara gagal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s