Semalam Bersama Melia

Jumat enggan beranjak malam ini
Ketika kaki tinggal sejengkal dari jurang waktu
Masih banyak kisah yang ingin dibagi sekarang
Atau tidak selamanya

Dia ingin berceloteh tentang Melia
Yang masih anggun bermandikan cahaya biru
Di malam menjelang ujung pekan ini
Melia yang masih seanggun dulu, lebih dari satu
Dasawarsa silam

Riuh rendah di sekelilingnya pun masih serupa
Seperti pengalaman pertama mengagumi
Keagungan Melia
Memoles si jelita menjadi simbol kemajuan zaman

Namun saat malam makin pekat
Kulihat dia mulai kesepian kala denyut
Hiruk-pikuk yang menggeliat di sekelilingnya
Makin sayup terdengar

Malam ini, Melia mengajak aku menyelami
Tempat di mana ia berada
Dirangkulnya pundakku lalu dengan penuh
Kemanjaan, menyeret tanganku berjalan
Meneulusuri relung sepi malam, tempat aku bisa
Menemukan wajah Melia yang sesungguhnya.

Wajah yang hening nan sepi
Penuh keramahan yang menentramkan jiwa

Oh Melia zaman makin bergulir
Akankah kelembutan hatimu
Sanggup bertahan selamanya?

12-7-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s