Sidang Kasus Cebongan Hanyalah Sandiwara Belaka

Pengadilan militer terhadap para pelaku penyerbuan LP Cebongan yang menyebabkan empat korban tewas hanyalah sandiwara elaka. Terlihat TNI tidak ingin agar para pelaku dijatuhi hukuman mati karena merencanakan pembunuhan tersebut (pasal 340  KUHP)

Dalam sidang perdana yang baru saja berlangusung belum lama ini, terlihat jelas dakwaan oditur militer (jaksa penuntut umum) kabur. Bagaimana mungkin dia menjerat para pelaku dengan pasal 340, tapi dalam dakwaannya, terurai kronologi bahwa sejatinya para pelaku tidak merencanakan pembunuhan itu.

Oditur menjelaskan awalnya para pelaku ke Jogja hendak mencari Marcel cs yang terlibat penganiayaan anggota Kodim Jogja, lalu di tengah jalan, mereka bertanya kepada warga apakah ada iring-iringan kendaraan polisi ke LP Cebongan dan dijawab ada. Selepas itu mereka mengubah rencana untuk mencari Marcel cs ke Cebongan guna mencari Deky cs.

Inilah yang saya katakan pengadilan itu hanya sandiwara belaka. Pihak oditur sengaja menggiring agar dakwaan kabur sehingga para terdakwa bebas dari jerat hukuman mati atau penjara seumur hidup karena merencanakan pembunuhan. Sekali lagi, TNI terbukti sebagai institusi yang berkamuflase seolah-olah sudah reformis, tapi nyatanya masih berwatak arogan seperti si zaman orde baru.

Belum lagi jika melihat dalam sidang tersebut, ada sejumlah pembiaran organisasi tertentu yang mendukung para terdakwa, dari para petugas kemanan (Provos TNI) di ring 1 dan 2 ruang sidang. Mereka bebas berorasi dengan suara yang bising sehingga mengganggu jalannya sidang. Anehnya, petugas dan juga majelis hakim tidak memberikan teguran. Bandingkan di pengadilan umum, jika ada keributan, bahkan suara ponsel berdering pun, hakim akan segera menghardik untuk menjaga ketenangan.

Sekali lagi saya ingin menyampaikan kita semua risau dengan bentuk-bentuk tindak premanisme siapapun itu yang melakukannya. Tapi tetap tidak dibenarkan melakukan cara bar-bar (menggunakan senjata yang dibeli dari uang rakyat) melawan hukum positif seperti yang dilakukan para anggota Kopassus.

4 thoughts on “Sidang Kasus Cebongan Hanyalah Sandiwara Belaka

  1. Saya dukung Kopassus dalam hal ini, menurtut saya ini akan menimbulkan efek jera terhadap preman masyarakat. kitaa lihat pada kasus hercules dan anak buahnya, mungkin seantero jawa bahkan indonesia mengenal ia adalah preman kelas kakap.mulai pemalakan, senjata, narkoba, dll. begitu heboh penangkapannya, VONISnya….. keterlaluan……

    • ya efek jera sih efek jera tapi tentu harus sesuai koridor hukum dong, kalau semua memilih menyelesaikan masalah di luar hukum, mau dibawa kemana negeri ini? yang ada hanyalah hukum rimba semata.

  2. Maka dari itu jangan main-main dengan TNI apalagi Kopassus, karena resikonya terlalu GEDE, Dekcy Cs itu istilahnya telah menabur angin MENUAI BADAI, rasain aja tuh para preman sekarang sedang di bakar di neraka karena mereka telah bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat, bunuhin orang seenaknya tapi kalo di bales ga mau..huh mampus lu lu pade sekarang !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s