ImageSemburat mentari jingga betah membelai punggung bukit

sore itu, kala langkah lelah mulai menapakinya.

Setapak demi setapak kudaki sembari tiada henti

menikmati semesta sepi di ujung senja

Ada kerinduan hangat membelai

Merasuk dalam pori-pori dan menggenangi aliran darah

bersenyawa dalam setiap tarikan nafas

Makin kulangkahkan kaki

Makin kuhembuskan nafas

Makin terngiang bisikan mesramu

Ah, asmara ini sungguh mengenaskan

Hanya bisa merangkai dalam angan

dan dipeluk rindu yang tak terpuaskan

Advertisements