Upaya Intelijen (Militer ?) Membentuk Persepsi Publik

Setelah kasus pembantaian 4 tahanan di LP Cebongan mulai terkuak, ada upaya propaganda, yang saya duga digerakkan oleh intelijen (bisa jadi intelijen militer),  guna mengalihkan fokus pelanggaran hukum yang dilakukan para tersangka oknum anggota Kopassus, menjadi upaya pemberantasan premanisme.

Image

Baru-baru ini, sekelompok pemuda yang mengaku sebagai pemuda Yogyakarta (padahal saya tahu mereka juga berisi orang-orang yang selama ini bertindak selayaknya preman) menggelar pernyataan sikap tentang gerakan anti premanisme di DIY.

Dalam salah satu poin pernyataan sikapnya, mereka mengaku bangga dan tulus terhadap TNI khususnya Kopassus yang secara langsung maupun tidak langsung telah membuat Yogyakarta aman dari kekuasaan preman.

Pernyataan ini menggambarkan sebagian orang, tidak bisa membedakan perlakuan oknum yang melanggar hukum, dengan institusi. Pembantaian itu yang notabene merupakan bentuk pelanggaran hukum, dianggap dilakukan oleh institusi TNI, dan halal untuk dilakukan.

Walau bagaimanapun, bagi saya pembantaian itu tetap merupakan tindakan pelanggaran hukum serta pelanggaran Hak Asasi Manusia. Tidak ada tempat untuk pembenaran atas peristiwa itu. Ada baiknya, masyarakat berpikir secara logis dan tidak terbawa emosi sesaat sehingga membutakan akal sehat, hati dan nurani, dan kemudian menginsyafi, penghilangan paksa nyawa lain, orang tanpa proses hukum merupakan tindakan yang tidak akan pernah ditolerir.

Masyarakat harus lebih cerdas dan seksama, agar tidak terbawa dalam arus pembentukan opini yang dilakukan oleh intelijen (militer). Hal ini sengaja mereka lakukan, agar tekanan publik kepada TNI untuk penyeret para pelaku ke meja hijau, semakin mengendor.

2 thoughts on “Upaya Intelijen (Militer ?) Membentuk Persepsi Publik

  1. Setuju k rizal…selama ini masyarakat hanya terjebak dalam opoini yang sangat sempit bahwa preman itu pihak jahat dan TNI (Kopasus itu “baik”), preman itu memang harus diberantas tapi bukan dengan cara yang brutal seperti itu, kita mempunyai Hukum jadi bagaimanapun juga maksud baik seharusnya dilakukan dalam upaya-upaya yang benar pula kalau tidak Indonesia cenderung menjadi negara yang gagal.

  2. namanya juga KO-mando PAS-ukan khu-SUS…ternyata harus punya keahlian khusus juga…PREMAN NO WAY…tapi PEMBANTAIAN SADIS pun NO WAY!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s