Tentang Rokok Kretek

Saya bukan perokok, tapi kali ini saya ingin menulis tentang rokok. Semoga saja bisa berkenan di hati para perokok

Alkisah Februari 1952, saat resepsi untuk merayakan Ratu Elizabth II yang baru saja naik tahta, yang dihadiri seluruh perwakilan Negara-negara yang ada di dunia, Pangeran Philip, suami sang ratu yang masih berusia muda, terlihat sangat grogi.

Untuk mengusir kegalauan sang pangeran, Bapak Haji Agus Salim, salah satu founding fathers Indonesia datang menghampirinya, dan menawarkan sebatang rokok kretek. Sambil menghirup aroma rokok tersebut, Agus Salim mengatakan: “Karena hal inilah nenek moyang tuan rela menempuh perjalanan jauh ke negeri kami,” ujar Agus Salim.

Alhasil, obrolan rileks tersebut berhasil mengusir rasa grogi Pangeran Philip. Terbukti rokok kretek asli Indonesia mampu menjadi media diplomasi meski dalam skala yang terbatas bukan?.

Sejak dulu, rokok jenis kretek yang terdiri dari tembakau bercampur cengkeh serta aneka saus herbal memberikan cita rasa khas yang tidak ditemui pada produk rokok manapun di dunia ini. Bahkan, rokok jenis itu mampu menghipnotis para penggemar rokok di dunia.

Karena menguasai pasar itulah, sejumlah Negara mulai melakukan pembatasan peredaran rokok kretek di Negara mereka, dengan peraturan tentang ambang batas kadar nikotin. Seperti yang kita ketahui bersama.

Bahkan, yang paling menyakitkan, Pemerintah Indonesia kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tersebut berjudul lengkap “Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan”.

Dalam PP tersebut, ada klausul yang melarang pencampuran tembakau dengan bahan lainnya yang tidak bisa dijelaskan melalui penelitian ilmiah tentang fungsinya bagi kesehatan. Hal ini sama saja membunuh industry rokok kretek bukan? Seperti yang sudah saya katakana di awal, kretek merupakan percampuran berbagai jenis bahan.

Dengan demikian, secara perlahan namun pasti rokok kretek dipaksa untuk menghilang dari peredaran dan kemungkinan besar menyebabkan banyak pihak yang berkepentingan seperti petani tembakau, pekerja di pabrik rokok, dan pengecer akan gulung tikar.

Selain itu, PP tersebut sama saja membunuh warisan budaya Indonesia. Budaya kretek sudah tumbuh dan berkembang selama berates-ratus tahun di negeri ini. Pemerintah mana yang berani memusnahkan warisan kebudayaan negeri sendiri?.

Akankah PP tersebut bisa dijalankan secara murni dan konsekuen? Sepertinya tidak, karena banyak pembangkangan yang dilakukan dewasa ini.

Image

One thought on “Tentang Rokok Kretek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s